01.05
Pukul 01.05 dini hari
Sudah malam dan bahkan hampir pagi
Orang-orang mungkin sudah dari beberapa jam yang lalu terlelap nyenyak
Tapi aku masih disini, duduk memakai hoodie pink kesayanganku, mengambil buku dan pena untuk aku menulis beberapa kata, yang lumayan mengganggu pikiranku, yang menjadi alasan aku tidak bisa terlelap seperti kebanyakan orang.
Masa depan itu menyenangkan untuk di rencanakan, ya?
Sampai-sampai bibirku tersenyum lebar ketika membayangkan, hatiku terasa merekah bahagia, jantungku berdetak lebih cepat tidak sabar menunggu saatnya.
Ah, tapi saat masa depan itu sudah saatnya untuk dipikirkan, beratnya luar biasa, bahkan ketika aku baru akan membayangkan.
Banyak pertanyaan muncul dibenak ku, seperti,
Akan jadi apa aku esok hari?
Akan jadi manusia seperti apa aku ini?
Manusia baik? Banyak teman?
Atau manusia biasa saja, menjadi tidak berani layaknya pengecut?
Sepertinya kalimat terakhir itu, adalah aku yang sekarang, yang tersenyum getir sembari menulis.
Ah, rasanya penuh.
Terkadang sesaknya membuatku ingin menangis meraung, layaknya anak kecil yang jengkel karena tidak dibelikan permen coklat kesukaannya.
Aku ingin dipeluk,
Aku ingin sebuah peluk, yang tidak menuntut jawaban,
Aku ini sedang kenapa?
Peluk saja aku,
Tunggu sebentar, sampai sesak di hatiku perlahan melonggar.
01.33, Aku sudahi, ya.
Sepertinya kali ini, tidak perlu dipeluk pun sesaknya sudah melonggar
Pena yang sedari tadi menari di atas lembaran kosong, berhasil melonggarkan sesaknya, terimakasih sekali.
Komentar
Posting Komentar